papuatribune.com, MANOKWARI – Penggunaan grup WhatsApp di kalangan pelajar perlu mendapat perhatian bersama. Kemudahan berkomunikasi di ruang digital harus diimbangi dengan tanggung jawab agar tidak dimanfaatkan untuk menyebarkan konten kekerasan, ancaman, penghinaan, maupun ajakan melakukan perundungan.
Masyarakat di Kabupaten Manokwari diimbau untuk tidak menganggap intimidasi di dalam grup percakapan sebagai candaan semata. Perilaku tersebut dapat berdampak pada kondisi psikologis korban dan mengganggu keamanan serta kenyamanan lingkungan sekolah.
Orang tua diharapkan membangun komunikasi terbuka dengan anak, sedangkan pihak sekolah perlu memperkuat pengawasan dan edukasi literasi digital. Jangan meneruskan pesan yang mengandung ancaman atau mempermalukan seseorang.
Bijak bermedia sosial, hentikan perundungan, dan ciptakan lingkungan pelajar yang aman. (ZW)