Papuatribune.com, Teluk Bintuni – Situasi keamanan di Kabupaten Teluk Bintuni dipastikan tetap kondusif menjelang peringatan Hari HAM Sedunia. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Kabupaten Teluk Bintuni, Yan Viktor Kamisopa, S.I.P.
Ia mengatakan masyarakat di Bintuni sudah dewasa dalam menyikapi isu-isu yang berkembang dan tetap menjunjung nilai adat serta pesan tetua adat tujuh suku.
“Saya percaya masyarakat Bintuni tahu mana yang baik. Kita punya adat, dan adat itu mengajarkan hidup damai, bukan ikut-ikut tindakan yang bikin kacau,” katanya.
Yan Viktor juga menyoroti adanya situasi pengungsian di wilayah Moskona. Ia menilai kondisi tersebut muncul karena ada pihak luar yang masuk dan memicu gangguan keamanan.
“Torang harus hati-hati. Jangan semua informasi diterima begitu saja. Ada orang yang sengaja mau ganggu keadaan,” tegasnya.
Terkait berbagai aksi simbolik yang muncul di sejumlah kota lain di Papua, Yan Viktor menyebut bahwa hal itu tidak mencerminkan suara masyarakat Teluk Bintuni.
Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap upaya Kepolisian menjaga keamanan menunjukkan bahwa Teluk Bintuni masih memegang nilai persatuan.
“Saya ajak semua warga, anak muda, mama-mama, bapa-bapa, tetap tenang. Jangan ikut kegiatan yang tidak jelas arah dan tujuannya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keamanan daerah merupakan tanggung jawab bersama.
“Kalau Bintuni aman, masyarakat bisa hidup tenang, ekonomi jalan, dan anak-anak bisa sekolah. Itu yang paling penting,” tutupnya. (.,.)