Papuatribune.com, PAPUA BARAT – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua terus berlanjut, kali ini dalam bentuk manipulasi politik yang dilakukan untuk merebut negara yang pernah ada sebelumnya, namun dibubarkan. Hal ini termasuk dalam pelanggaran HAM karena melanggar hak masyarakat untuk menentukan nasib sendiri dan hak untuk memiliki negara yang merdeka, Namun perlu diingat bahwa dengan menyongsong Hari Natal di tahun 2025 ini, Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat,
Ia mengatakan bahwa “Menjelang Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada 10 Desember 2025, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Teluk Bintuni.”
Ia juga mengingatkan “bahwa manipulasi politik di Papua adalah bentuk pelanggaran HAM yang sangat serius, karena melanggar hak-hak dasar masyarakat Papua. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga keamanan di wilayah mereka masing-masing, tegasnya”.
Laporkan kepada pihak berwajib jika ada kegiatan yang mencurigakan, dan jaga persatuan dan kesatuan di wilayah Teluk Bintuni.
Mari kita jadikan Hari HAM Sedunia sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di Papua Barat, dan memastikan bahwa hak-hak masyarakat Papua dihormati. (.,.)