Screenshot
Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan laut dan keanekaragaman hayati terbaik di Indonesia Timur. Wilayah yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Manokwari ini memiliki karakteristik geografis berupa pesisir, pulau-pulau kecil, serta kawasan hutan tropis yang masih terjaga.
Ikon utama Teluk Wondama adalah Taman Nasional Teluk Cenderawasih, kawasan konservasi laut terbesar di Indonesia. Taman nasional ini menjadi habitat berbagai spesies laut langka, termasuk hiu paus yang kerap menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Keindahan terumbu karang, kejernihan air laut, serta biota laut yang beragam menjadikan wilayah ini sebagai destinasi unggulan untuk diving dan snorkeling.
Selain potensi bahari, Teluk Wondama juga memiliki kekayaan sejarah dan religi. Daerah ini dikenal sebagai salah satu pintu awal masuknya pekabaran Injil di Tanah Papua. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi di Pulau Mansinam yang berada di wilayah administratif Manokwari, dan memiliki keterkaitan historis yang kuat dengan perkembangan masyarakat di Teluk Wondama dan sekitarnya.
Sebagai ibu kota kabupaten, Rasiei berkembang sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi. Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis konservasi, perikanan tangkap berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Infrastruktur dasar seperti transportasi laut dan fasilitas publik menjadi fokus pembangunan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Masyarakat Teluk Wondama hidup dalam nilai adat dan budaya yang kental, dengan struktur sosial yang menjunjung tinggi kebersamaan serta penghormatan terhadap alam. Prinsip hidup berdampingan dengan lingkungan menjadi fondasi utama dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi.
Dengan potensi bahari kelas dunia dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Teluk Wondama bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga simbol keseimbangan antara pembangunan dan konservasi di Papua Barat.