Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dikenal luas sebagai salah satu daerah dengan sejarah panjang perkembangan Islam di Tanah Papua. Jejak masuknya Islam di wilayah ini telah berlangsung sejak abad ke-16 melalui jalur perdagangan dan dakwah dari Maluku serta kerajaan-kerajaan Islam di wilayah timur Nusantara.
Secara historis, pengaruh Kesultanan Ternate dan Tidore memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di pesisir Papua, termasuk Fakfak. Interaksi perdagangan rempah dan hubungan kekerabatan antarwilayah mendorong tumbuhnya komunitas Muslim yang kemudian berkembang secara turun-temurun hingga saat ini.
Salah satu simbol sejarah Islam di Fakfak adalah Masjid Tua Patimburak, yang berdiri sejak tahun 1870. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol kuat toleransi antarumat beragama. Arsitekturnya yang sederhana namun sarat makna mencerminkan perpaduan budaya lokal dan pengaruh Islam yang damai.
Fakfak juga dikenal dengan filosofi hidup masyarakatnya yang terkenal, yakni “Satu Tungku Tiga Batu.” Filosofi ini menggambarkan harmoni antara tiga agama besar—Islam, Kristen Protestan, dan Katolik—yang hidup berdampingan dalam satu keluarga maupun komunitas. Nilai ini menjadi fondasi sosial yang menjaga stabilitas dan kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut.
Secara demografis, umat Islam di Fakfak tersebar di berbagai distrik pesisir dan pegunungan, dengan aktivitas keagamaan yang aktif melalui masjid, majelis taklim, serta lembaga pendidikan berbasis Islam. Perayaan hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Maulid Nabi selalu berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan lintas agama.
Sebagai bagian dari Provinsi Papua Barat, Fakfak menunjukkan bahwa Islam di Papua tumbuh melalui pendekatan budaya, perdagangan, dan dakwah yang persuasif—bukan melalui konflik. Model keberagamaan di Fakfak sering dijadikan contoh praktik toleransi dan moderasi beragama di kawasan timur Indonesia.
Islam dan Fakfak bukan sekadar sejarah, tetapi representasi nyata bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan sosial yang menyatukan