Wabup Kab. Teluk bintuni : keputusan ini diambil untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Teluk Bintuni.

0
WhatsApp Image 2025-09-25 at 23.47.22

Papuatribune.com, Teluk Bintuni – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Teluk Bintuni dan Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) menggelar rapat koordinasi untuk membahas rencana kegiatan Tabligh Akbar yang semula akan menghadirkan Ustadz Abdul Somad (UAS). Dari hasil rapat tersebut diputuskan bahwa UAS tidak akan dihadirkan, bahkan kegiatan Tabligh Akbar sendiri batal digelar.

Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, menyampaikan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan. Pihaknya memahami kekecewaan umat Muslim karena mendatangkan tokoh keagamaan nasional membutuhkan persiapan panjang serta proses yang tidak mudah. Namun demikian, keputusan ini diambil untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di Teluk Bintuni.

Lebih lanjut, Joko Lingara menjelaskan bahwa Kabupaten Teluk Bintuni yang mayoritas warganya beragama Nasrani tetap mendukung setiap kegiatan keagamaan, termasuk Tabligh Akbar. Namun, penolakan terhadap kehadiran UAS didasari oleh riwayat penyampaian ceramahnya yang dinilai kerap menyinggung ajaran tertentu, sehingga dikhawatirkan dapat memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Walaupun sempat muncul opsi untuk mengimbau agar beliau tidak menyampaikan hal-hal yang berpotensi menyinggung pihak lain, namun sebagai langkah antisipasi bersama diputuskan kegiatan Tabligh Akbar di Teluk Bintuni ditunda atau tidak dilaksanakan,” ungkapnya.

Wakil Bupati juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas agama dalam setiap agenda keagamaan. Menurutnya, hal ini bukan hanya berlaku bagi umat Islam, tetapi juga bagi umat Nasrani dan agama lain, agar setiap kegiatan dapat menjadi ruang mempererat silaturahmi serta menjaga nilai kerukunan di Kabupaten Teluk Bintuni. (.,.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *