Papuatribune.com, MANOKWARI – Organisasi kemasyarakatan Ansor dan Banser di wilayah Kabupaten Manokwari, termasuk wilayah Prafi, secara tegas menyatakan dukungannya agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah komando Presiden Republik Indonesia. Dukungan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen bersama menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta supremasi sipil dalam sistem pemerintahan nasional.
Menurut berbagai pernyataan dan deklarasi yang muncul belakangan ini, Ansor dan Banser menilai bahwa posisi Polri di bawah Presiden merupakan wujud dari konsistensi ketatanegaraan yang telah diatur dalam konstitusi dan sesuai dengan semangat reformasi. Pimpinan organisasi juga menegaskan kesiapan untuk terus bersinergi dengan Polri dalam menjaga kamtibmas sekaligus memperkuat kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan.
Dukungan serupa sebelumnya terlihat saat ribuan anggota Banser dalam sebuah apel besar di Yogyakarta menegaskan kembali dukungan mereka terhadap Polri sebagai institusi yang tetap berada di bawah Presiden, bukan di bawah kementerian atau lembaga lain. Deklarasi itu disampaikan oleh para kader Banser dan Ansor sebagai respon terhadap perdebatan publik terkait struktur kelembagaan Polri.
Ketua dan pengurus organisasi di Manokwari juga mengemukakan bahwa dukungan tersebut adalah bentuk kepercayaan terhadap peran Polri dalam menjaga keamanan nasional serta pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Mereka menilai bahwa kedudukan Polri yang kuat dan langsung di bawah Presiden RI adalah salah satu kunci utama menjaga independensi lembaga serta menjamin respons cepat terhadap dinamika sosial politik yang terjadi di Tanah Air.
Pernyataan dukungan ini muncul di tengah dinamika nasional terkait pembahasan posisi kelembagaan Polri dalam sistem pemerintahan Indonesia, termasuk penegasan oleh sejumlah lembaga negara bahwa Polri memang seharusnya berada di bawah Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. (.,.)