Ketua MUI Kab. Teluk Bintuni : penyebab munculnya penolakan adalah kurangnya koordinasi.

0
WhatsApp Image 2025-09-25 at 23.31.19

Papuatribune.com, Teluk Bintuni – Rencana pelaksanaan Tabligh Akbar di Kabupaten Teluk Bintuni yang menghadirkan Ustadz Abdul Somad (UAS) menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Teluk Bintuni, Ustadz Rahman Urbun, menjelaskan bahwa hasil rapat bersama memutuskan kegiatan tetap dapat dilaksanakan, namun dengan mengganti penceramah guna mengantisipasi potensi gejolak.

Menurut Rahman Urbun, salah satu penyebab munculnya penolakan adalah kurangnya koordinasi Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dengan para tokoh agama setempat. Ia menegaskan, pengalaman ini harus menjadi pembelajaran agar setiap kegiatan keagamaan di kemudian hari melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, sehingga keputusan yang diambil dapat sejalan dengan kepentingan bersama dan menjaga kerukunan umat.

Sementara itu, Ketua PHBI Teluk Bintuni, Sulaiman Rumwokas, mengungkapkan rasa kecewa atas adanya penolakan terhadap UAS. Ia menuturkan, rencana menghadirkan UAS sudah disiapkan sejak 2019, namun baru dapat terwujud pada Agustus 2025 setelah melalui proses penyesuaian jadwal yang cukup panjang. “Mendatangkan tokoh keagamaan nasional memerlukan waktu lama karena padatnya agenda, sehingga keputusan penolakan ini sangat disayangkan,” ujarnya.

PHBI menilai, jika UAS benar-benar ditolak, maka harus ada penceramah pengganti yang setara dalam lingkup nasional. Namun demikian, panitia berharap keputusan yang diambil tidak hanya mempertimbangkan faktor teknis, melainkan juga menghargai upaya panjang yang sudah dilakukan agar Tabligh Akbar di Teluk Bintuni dapat terselenggara. (.,.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *