Elemen masyarakat melalui kepala suku serui Kabupaten Manokwari menolak adanya segala bentuk propaganda.

0
WhatsApp Image 2025-12-05 at 17.24.39

Papuatribune.com, Manokwari — Menjelang sejumlah agenda penting akhir tahun di Kabupaten Manokwari, Kepala Suku Serui di Manokwari, Otis Ayomi, mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat adat, kaum muda, serta seluruh elemen warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Imbauan ini terkait tiga momentum yang akan berlangsung, yakni HUT WPNGC pada 27 November 2025, peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada 10 Desember, serta HUT Melanesian pada 14 Desember 2025.

Dalam pernyataannya, Otis Ayomi menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kondisi sosial di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pada akhir tahun. Ia meminta agar setiap perayaan, aktivitas budaya, maupun kegiatan sosial yang dilaksanakan tetap diarahkan untuk memperkuat persaudaraan, bukan menimbulkan perpecahan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Serui yang berada di Manokwari, untuk menjaga Kamtibmas dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi menimbulkan ketegangan. Rayakan setiap momen dengan damai, penuh hormat, dan menghargai sesama,” ujar Otis.

Ia juga menyoroti pentingnya peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember sebagai momentum edukasi dan penguatan pemahaman tentang nilai kemanusiaan, toleransi, serta penyelesaian persoalan secara damai. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga, namun harus dilakukan dengan cara-cara yang santun dan sesuai dengan aturan hukum.

“Jangan sampai peringatan yang seharusnya membawa pesan perdamaian justru dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menciptakan konflik. Manokwari adalah rumah bersama, kita jaga dengan hati dan pikiran yang jernih,” tegasnya.

Jelang HUT Melanesian 14 Desember, Otis Ayomi mengingatkan masyarakat agar merayakan identitas budaya Melanesia melalui kegiatan positif, seperti pentas seni, ritual adat yang damai, serta silaturahmi antar komunitas. Ia menekankan bahwa nilai budaya harus menjadi perekat persatuan, bukan pemicu perbedaan.

“Kami siap bekerja sama dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh tokoh masyarakat untuk memastikan situasi tetap kondusif. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Manokwari mampu menjadi teladan dalam menjaga kedamaian,” tutup Otis Ayomi. (.,.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *