WhatsApp Image 2025-12-05 at 17.23.17

Papuatribune.com, Manokwari — Menjelang sejumlah agenda penting yang akan berlangsung di Kabupaten Manokwari, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (UNIPA), Yenusonuson Rumaikeuw, menyampaikan imbauan terbuka kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat umum untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Momentum tersebut meliputi peringatan HUT WPNGC pada 27 November 2025, Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada 10 Desember, dan HUT Melanesian pada 14 Desember 2025.

Dalam keterangannya, Yenusonuson Rumaikeuw menegaskan bahwa akhir tahun merupakan periode yang sangat sensitif karena kerap dimanfaatkan berbagai kelompok untuk menyampaikan aspirasi maupun menyelenggarakan kegiatan di ruang publik. Dirinya meminta agar seluruh kegiatan yang digelar tetap mengedepankan nilai akademis, semangat persatuan, serta tanggung jawab sosial.

“Sebagai Ketua BEM UNIPA, saya mengajak seluruh mahasiswa dan generasi muda di Manokwari untuk ikut berperan aktif menjaga suasana tetap aman, tertib, dan damai. Mari kita rayakan momentum ini dengan cara-cara yang bermartabat, tanpa tindakan provokatif, tanpa ujaran kebencian, dan tanpa aksi yang mengganggu stabilitas Kamtibmas,” ujarnya.

Yenusonuson juga menekankan pentingnya merayakan Hari HAM Sedunia dengan kegiatan yang edukatif dan berdampak positif, seperti diskusi publik, seminar, kajian ilmiah, serta aksi-aksi sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang yang menumbuhkan budaya dialog, bukan pemicu konflik.

“Peringatan 10 Desember hendaknya dijadikan waktu untuk mengingat kembali nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, serta penghargaan terhadap martabat manusia. Kita harus memastikan bahwa penyampaian aspirasi dilakukan dengan damai dan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Menjelang HUT Melanesian pada 14 Desember, Yenusonuson Rumaikeuw mengajak mahasiswa untuk menampilkan wajah positif Papua Barat melalui pelestarian budaya, kreativitas intelektual, dan kegiatan-kegiatan yang memperkuat solidaritas. Ia menegaskan bahwa identitas Melanesia harus diwujudkan dalam sikap menghargai perbedaan serta kerja sama lintas kelompok.

“UNIPA siap bersinergi dengan pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan untuk menjaga agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif. Kami berharap mahasiswa menjadi contoh dalam bertindak dengan arif, santun, dan berorientasi pada perdamaian,” tutupnya. (.,.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *