Aktivis Pemuda harapkan warga Manokwari bijak sikapin isu negatif.
Papuatribune.com, Manokwari — Aktivis pemuda Kabupaten Manokwari, Herson Korwa, menilai bahwa munculnya kembali isu September Hitam di beberapa daerah merupakan upaya pihak-pihak tertentu untuk membangkitkan polemik Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu yang sudah seharusnya disikapi secara bijak. Menurutnya, gerakan tersebut bukan murni berasal dari aspirasi pemuda lokal, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh jaringan dari luar daerah yang mencoba memanfaatkan momentum September sebagai simbol politik.
“Isu ini tidak lahir dari keresahan pemuda Manokwari. Justru ada indikasi kuat bahwa isu tersebut digerakkan oleh pihak luar yang ingin memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu,” ujar Herson Korwa di Manokwari.
Ia menegaskan bahwa mayoritas generasi muda di Manokwari saat ini lebih memilih fokus pada kegiatan positif, seperti olahraga, kewirausahaan, serta kegiatan sosial yang membangun, dibandingkan terlibat dalam gerakan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan daerah. Menurutnya, agenda September Hitam sering kali dijadikan bahan provokasi untuk menggiring emosi pemuda, bukan sebagai solusi konkret terhadap permasalahan HAM.
Lebih lanjut, Herson mengapresiasi kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Manokwari yang dinilai relatif aman dan kondusif. Hal itu, katanya, tidak lepas dari kesadaran masyarakat, terutama pemuda, untuk menjaga kedamaian di lingkungannya. Ia mengingatkan bahwa aksi-aksi unjuk rasa yang mengangkat isu HAM di daerah lain sering kali berujung benturan dengan aparat keamanan, sehingga justru merugikan masyarakat dan mencoreng citra pemuda sendiri.
“Pemuda Manokwari harus bisa jadi teladan dalam menjaga stabilitas dan kedamaian, bukan menjadi pengikut agenda pihak luar. Kita harus kritis dalam menyaring informasi di media sosial dan lebih mengedepankan dialog serta kegiatan intelektual untuk mencari solusi atas persoalan bangsa,” tegas Herson.
Herson Korwa juga menyerukan agar seluruh elemen pemuda di Manokwari terus memperkuat semangat nasionalisme dan kebersamaan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Ia berharap generasi muda Papua Barat tetap menjadi bagian dari kekuatan positif dalam menjaga kedamaian dan kemajuan daerah. (.,.)
