WhatsApp Image 2025-10-03 at 13.59.24

Manokwari – Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manokwari, Munir Fadli Rumakey, angkat bicara terkait mencuatnya kembali isu Black September di Kabupaten Manokwari. Menurutnya, isu tersebut kerap digunakan oleh kelompok tertentu yang memiliki agenda separatis dan berpotensi merusak persatuan masyarakat.

“Isu Black September sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang bertentangan dengan semangat kebangsaan. Provokasi seperti ini hanya akan merusak persatuan masyarakat Manokwari dan Papua Barat secara keseluruhan,” tegas Munir.

Munir menegaskan, HMI berpandangan bahwa setiap persoalan bangsa, termasuk narasi sejarah yang dikaitkan dengan Black September, sebaiknya diselesaikan melalui ruang dialog yang terbuka, akademis, dan beradab. Ia menilai, kekerasan hanya akan menambah luka dan penderitaan bagi masyarakat Papua.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Manokwari sebagai pusat pendidikan di Papua Barat harus tetap menjadi ruang yang damai, aman, dan kondusif. HMI Cabang Manokwari, kata Munir, berkomitmen untuk menjaga keharmonisan sosial serta mendorong mahasiswa agar lebih fokus pada pengembangan diri dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Munir juga mengungkapkan bahwa saat ini perhatian mahasiswa di Manokwari lebih banyak tertuju pada pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengendalian Minuman Keras (Miras). Isu tersebut dinilai lebih mendesak karena menyangkut moral dan masa depan generasi muda di Manokwari.

Menutup pernyataannya, Munir menegaskan komitmen HMI terhadap NKRI. “Bagi kami, NKRI adalah harga mati. Narasi separatis yang dibungkus isu Black September tidak boleh merusak komitmen kebangsaan. HMI berdiri teguh bersama rakyat Indonesia untuk menjaga kedaulatan negara, sekaligus memperjuangkan keadilan sosial bagi masyarakat Papua,” pungkasnya. (.,.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *