Papuatribune.com, Manokwari – Dalam rangka mempererat hubungan kemitraan dan membangun komunikasi yang harmonis dengan kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan, Kepolisian Daerah Papua Barat menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama OKP, BEM serta elemen mahasiswa se-Papua Barat, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 18.10 WIT tersebut dilaksanakan di Aula Cafe Laut Mansinam Beach Hotel, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dan dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polda Papua Barat, aktivis, serta sekitar 35 mahasiswa dari berbagai organisasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, S.IP., M.Si., CRGP., CHCM., CRPP., didampingi Karo Ops Kombes Pol. Erwin Irwan, S.I.K., Dir Intelkam Kombes Pol. Sigit Hariyadi, S.I.K., M.H., serta Dir Samapta Kombes Pol. Franky Samuel Lopulalan, S.I.K. Turut hadir sejumlah perwakilan OKP dan BEM, di antaranya Ronald Mambiauw, Rusman Kelkusa, Galang Pahala, Tomas Sanadi, Natalia Mondigir, dan Abraham.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kultum oleh Ustad Mutarom pada pukul 18.15 WIT, dilanjutkan dengan buka puasa bersama, salat Magrib berjamaah, serta makan malam bersama dalam suasana penuh keakraban.
Dalam sambutannya, Wakapolda Papua Barat menekankan pentingnya membangun pola sikap dan pola tindak yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia mengajak mahasiswa dan aktivis untuk menjadi pionir perubahan sosial yang memberikan nilai kemanfaatan bagi masyarakat Papua Barat.
“Kita semua memiliki peran yang sama dalam menciptakan hubungan sosial yang harmonis. Mahasiswa dan aktivis diharapkan dapat menjadi mata, telinga, dan lisan masyarakat, serta menjembatani aspirasi melalui komunikasi dan koordinasi dengan Polda Papua Barat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wakapolda berharap silaturahmi ini dapat memperkuat hubungan emosional guna mencegah potensi konflik sosial yang dapat merugikan masyarakat. Ia juga mendorong OKP untuk turut berperan dalam membuka akses ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan perempuan di Papua Barat.
Terkait program pemerintah pusat, Wakapolda mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendukung program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pelaksanaannya turut difasilitasi oleh TNI/Polri.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah isu strategis turut dibahas. Galang Pahala menanyakan akses resmi pengaduan kasus korupsi oleh mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, Wakapolda menjelaskan bahwa akses data perkara dapat ditelusuri melalui situs resmi instansi terkait seperti BPK maupun kejaksaan.
Natalia Mondigir mempertanyakan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan SPPG Polri. Wakapolda menjelaskan bahwa TNI/Polri memfasilitasi penggunaan lahan dinas karena keterbatasan lokasi yang tersedia secara sukarela dari masyarakat maupun pemerintah daerah, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat.
Sementara itu, Abraham menyoroti persoalan pungli dan parkir liar di Pasar Sanggeng serta pengelolaan limbah MBG. Wakapolda menyampaikan bahwa saat ini Polda Papua Barat tengah melaksanakan Operasi Pekat guna memberantas premanisme. Terkait limbah MBG, Polri mengolahnya menjadi eko enzim yang memiliki manfaat dan berasal dari limbah organik pangan lokal.
Tomas Sanadi turut menyampaikan laporan terkait dugaan korupsi pembangunan rumah di Kabupaten Teluk Bintuni serta apresiasi terhadap program MBG dan sekolah rakyat yang dinilai membantu masyarakat. Wakapolda mengingatkan pentingnya kelengkapan dan validitas data dalam setiap pelaporan agar dapat ditindaklanjuti secara jelas.
Pada kesempatan tersebut, Ronald Mambiauw menyampaikan apresiasi kepada Polda Papua Barat dan berharap kerja sama yang mengedepankan koordinasi dan sinergi dapat terus terjalin. Wakapolda pun menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh OKP, BEM, dan elemen mahasiswa se-Papua Barat. (.,.)