Manokwari – Momentum buka puasa bersama dimanfaatkan sebagai ruang dialog strategis antara Wakil Kepala Kepolisian Daerah Polda Papua Barat dengan mahasiswa, aktivis, serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Papua Barat. Kegiatan tatap muka dan diskusi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam sambutannya, Wakapolda Papua Barat menegaskan bahwa dalam konteks sosial seluruh elemen masyarakat memiliki posisi yang setara dalam pola sikap dan pola tindak. Ia menyampaikan bahwa setiap aspirasi yang disuarakan harus dibangun dengan komunikasi yang konstruktif sehingga mampu mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.
“Hubungan antar manusia harus dibangun dengan nilai keberkahan. Ketika kita menyampaikan sesuatu yang menjadi kebutuhan masyarakat, maka harus dilakukan dengan pendekatan yang tepat agar menghasilkan tindakan yang membawa manfaat,” ujarnya.
Mahasiswa Diminta Jadi Pionir Nilai Kemanfaatan
Dalam menghadapi berbagai fenomena sosial, Wakapolda mengajak mahasiswa dan aktivis untuk menjadi pionir yang menghadirkan nilai kemanfaatan nyata bagi masyarakat Papua Barat. Ia berharap mahasiswa dapat berperan sebagai mata, telinga, dan lisan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi yang belum tersalurkan secara langsung kepada kepolisian.
Menurutnya, koordinasi dan komunikasi yang baik dengan Polda Papua Barat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan hubungan emosional antar elemen masyarakat agar tercipta kehidupan yang harmonis tanpa konflik sosial yang merugikan pihak lain.
Dukungan Program Nasional dan Pemberdayaan Ekonomi
Wakapolda juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia, termasuk program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini turut difasilitasi oleh TNI/Polri. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan program tersebut.
Khusus bagi OKP, kegiatan seperti ini dinilai dapat membuka akses terhadap penguatan ekonomi kerakyatan serta pemberdayaan kelompok perempuan melalui program-program yang inovatif dan berkelanjutan.
Dialog Interaktif dan Aspirasi Mahasiswa
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah mahasiswa menyampaikan berbagai isu, mulai dari akses pengaduan kasus korupsi, pengelolaan SPPG Polri, hingga persoalan pungutan liar dan limbah program MBG.
Wakapolda menjelaskan bahwa akses informasi perkara kini dapat ditelusuri melalui situs resmi instansi terkait seperti BPK dan Kejaksaan. Terkait pengelolaan fasilitas, ia menegaskan bahwa TNI/Polri hanya memfasilitasi penggunaan lahan dinas karena keterbatasan lokasi yang tersedia dari pihak lain.
Mengenai pungli dan parkir liar di Pasar Sanggeng, ia menyampaikan bahwa saat ini kepolisian tengah melaksanakan operasi pekat untuk memberantas premanisme. Sementara untuk limbah MBG, Polri melakukan pengolahan menjadi eco enzyme karena limbah tersebut bersifat organik dan berasal dari pangan lokal.
Menutup kegiatan buka puasa bersama tersebut, Wakapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh ketua OKP, BEM, dan elemen mahasiswa se-Papua Barat atas dukungan dan komitmen bersama dalam menjaga keamanan daerah.
Melalui dialog yang dikemas dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan, diharapkan sinergi antara aparat keamanan dan generasi muda semakin solid demi terwujudnya Papua Barat yang aman, damai, dan sejahtera.